Imajinasi bodoh masa kecil

b

Pernahkah and kecil? (sudah tentu) pernahkah kalian berimajinasi? (mungkin pernah mungkin tidak), apakah imajinasi anda aneh? lucu? atau mungkin “bodoh”? 😀

tentu pada awal imajinasi kita tidak bisa mengkategorikan imajinasi kita, yang kita tau hanya sebuah gambaran yang ada dipikiran kita tentang sesuatu, namun ketika kita sudah mulai memahami tentang apa yang kita imajinasi kan  baru kita menyadari kategori imajinasi kita, tepatnya ketika kita sudah gede 😀 😀

sebelum lanjuat tau kah anda imajinasi itu apa?

Imajinasi secara umum, adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide.
Istilah ini secara teknis dipakai dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi dari suatu benda yang terlebih dahulu diberi persepsi pengertian. Sejak penggunaan istilah ini bertentangan dengan yang dipunyai bahasa biasa, beberapa psikolog lebih menyebut proses ini sebagai “menggambarkan” atau “gambaran” atau sebagai suatu reproduksi yang bertentangan dengan imajinasi “produktif” atau “konstruktif”.
Gambaran citra dimengerti sebagai sesuatu yang dilihat oleh “mata pikiran”. Suatu hipotesis untuk evolusi imajinasi manusia ialah bahwa hal itu memperbolehkan setiap makhluk yang sadar untuk memecahkan masalah (dan oleh karena itu meningkatkan fitnes) perseorangan oleh penggunaan simulasi jiwa.(duniakita-ind.blogspot.co.id).

Berdasarkan kutipan pengertian diatas mka imajinasi adalah suatu gambaran yang kita ciptakan untuk menerawang sesuatu atau keadaan yang ingin kita ketahui. Namun saat anda masih kecil sadarkah anda bahwa sebagaian imajinasi yang ada ciptakan tidak masuk akal, bahkan kita bisa mengkategorikan imajinasi itu sebagai imajinasi bodoh, yaa namanya juga anak-anak jadi sah-sah ajalah…. namun kita baru merasakan malu sendiri ketika kita sudah dewasa, benar ga? kalo saya sih bener banget :(.

bicara tentang imajinasi bodoh,

saya tampilkan imajinasi bodoh yang pernah ada dipikiran saya waktu saya kecil.

  1. saat pertama kali saya diajak membeli bensi di pompa, saya bengong dan melototi terus mesin pompa tersebut, dan singkat cerita hasil imajinasi saya adalah. jreng ….

    cd

    imajinasi bogoh #pombensi

  2. atau ketika pertama kali saya menonton mister bin perkite tempat pencucian pakaian yang banyak mesin cuci, saya kaget bner pas liat mister bin masukin pakean kemesin kota putih putih itu… la yang saya tau klo nyuci tu di kali atau disuai, naa ini kenama kok nyuci ketempat yang ga ada airnya,,,,?????? #maklum saya orang desa heheee. dan singkat nya ini dia hasil imajinasi saya
    cuci

    Imajinasi bodoh #mesincuci

    saya tidak perlu ceritakan lah dah… kalian yang baca juga pasti ngerti betapa bodohnya imajinasi masa kecil ini 😀

KETIKA ANAK SD PATAH HATI

Si Jun adalah anak SD kelas satu……selain juara di kelasnya, dia
cukup ganteng juga lah. Dia punya satu teman sekolah namanya
Clara….si Clara cantik dan manis.
Singkat cerita, si Jun jatuh hati sama si Clara…ternyata Clara juga
punya hati ama si Jun.
Suatu hari, karena kagak tahan lagi si Jun berkatakepada si Clara,
“Clara, kamu tahu aku suka kepadamu. Sayang kita masih
kecil…..bila nanti kita udah dewasa, kita menikah ya…?!”
Dengan wajah yang memerah merona, si Clara menjawab “Jun,
bukannya aku menolak….aku sih mau aja…Tapi dalam keluarga
kami, kami hanya menikah sesama kerabat saja. Paman menikah
dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa
menikah dengan mama……kita kan bukan kerabat aku Jun jadi
gak bisa menikah kita besok.”
Mendengar jawaban si Clara, si Jun tidak masuk satu minggu
karena patah hati….

by deumitkichen545

Pesan Bikshu Tong

Rata-rata orang tua memiliki template default ttg rencana hidup anaknya. Sebuah pola standar yang mereka pikir akan membuat mereka bahagia. Kira2 seperti ini polanya:

Anak-anak mereka harus:

Sekolah dari TK ampe SMA

Trus kuliah 4 tahun (kalo bisa ampe s2)

Kerja jadi dokter atau PNS atau pekerjaan lain yg bergaji & bergengsi besar

Trus menikah

Trus punya anak (kalo bisa anak cowok)

Trus hidup bahagia selamanya.

Pertanyaannya sekarang, apakah setelah semua step itu dilalui mereka akan benar-benar bahagia? benar-benar menemukan kedamaian hidup??? Seberapa yakin??

Atau mungkin pertanyaannya, apakah semua pola ideal itu pasti akan terwujud???

Sayangnya fakta kehidupan tidak selalu sejalan dengan kehendak manusia. Ada saja halangan yg seolah membenturkan kepala kita dengan tembok besar.

Anak yg dibangga2kan tiba-tiba saja menjadi pecandu narkoba, menjadi preman, menjadi PSK,

Atau, tiba-tiba di tengah jalan anaknya mendadak jadi gila,

Trus ada yg anaknya mendadak mengaku pada orang tuanya bahwa ia tidak mau jadi dokter tapi mau jadi seorang drummer metal, atau bahkan ada yg lebih frontal lagi yaitu mau jadi seorang LGBT….

Saat itu menimpa kehidupan anda, anda akan menderita. Atas nama rasa sayang pada anak, anda akan berjuang mati-matian mengembalikan rencana ideal anda. Tapi sekeras apapun anda berjuang, kehidupan seolah enggan iba dan menyapa.

Anda boleh berkata “jik ping!”, tapi itulah relaita….itulah fakta. Pahit memang. Namun ada pelajaran yg harus diterima bahwa: Template default itulah sumber kesengsaraan anda. Ekspektasi itulah yg membuat ada kecewa.

Jadi jangan pernah berencana, jangan pernah berharap, syukuri apa adanya….and just let life flows…

Kata Babaji: “Terima Mengalir Senyum”

by Tulus Budhi

Jangan Salahkan Rahwana!!!

Sore itu, Rama dengan tergesa-gesa menuju rumah Sinta. Mungkin sore itu menjadi sore yang tak terlupakan bagi mereka. Sudah lama mereka menjalin asmara, kini tiba saatnya mengikrarkan cinta.

Dua insan itu nampak serasa. Cinta mereka begitu membara. Yang satu tampan, yang satu cantik dan menawan. Sungguh pasangan yg sempurna.

Mereka menikah dan hidup sederhana. Hanya di rumah biasa. Tahun-tahun pertama selalu dilewati dengan penuh sukacita, sebab panasnya cinta masih terasa.

Tapi apa daya. Bara cinta kian mereda. Mungkin karena ada orang ketiga. Namanya Rahwana. Diam2 ia mencintai Sinta. Ia tergoda kemolekan dan paras manisnya.

Rahwana pria yang buruk rupa. Tidak tampan seperti Rama. Kesan sangar dan garang lebih jelas nampak di wajahnya. Tapi ia pria kaya. Sangat kaya. Banyak harta, dan berkuasa. Ertiga, Avanza, Inova, sampai Ninja hanya mainan remeh baginya. Ia punya jet pribadi lengkap dengan lapangan udaranya. Tiap hari ganti Ferarri, tiap minggu ganti Subaru. Bisnisnya menggurita, tanahnya dimana-mana, Villanya saja ada tiga. Kini ia berniat menjadikan Sinta sebagai istri muda.

Mungkin karena tergoda harta, Sinta pun mengkhianati cinta. Ia lebih memilih realistis, daripada hidup seperti pengemis. Ia lebih suka tinggal di istana daripada gubuk biasa. Ia pun pergi bersama Rahwana. Padahal Rahwana tidak memaksa, tapi cuma sekadar menghadiahi Gucci, Hermess, Louis Vuitton, dan liburan di Costa Rica. Sinta pun berkata iya.

“Kamu kira aku mau menderita!?!, Makan tuh cinta!!!”, begitu bentaknya kepada Rama. Sinta pun pergi dan hidup bahagia. Kini ia menjadi Nyonya muda. Lagaknya seperti Paris Hilton kawe tiga. Tapi tak mengapa sebab Liburan di Inggris dan Shopping di Paris akan menjadi rutinitas hariannya. “Ohh senangnya”, begitu pikirnya.

Rama yang suntuk hanya bisa menunduk karena hatinya telah remuk. Sambil memandang Sinta dari kejauhan, ia pun mengacungkan jari tengahnya sambil berteriak “JANCUUUKKK!!!”

*Ini hanya fiksi belaka. Coretan yang terinspirasi dari kawan lama.

by Tulus Budhi

cerita Kamasutra terbitan Naughty America

Boleh saja saat ini bangga punya pacar cantik dan seksi seperti Pamela Duo Srigala.

Tapi lihat nanti, saat ia sudah menjadi istrimu dan sudah melahirkan anak2mu.

Payudaranya akan kendor,
Pantatnya akan tepos,
Kerutannya semakin jelas,
Ubannya semakin banyak,
Dan Kulitnya pun semakin kusam.

Tiap pagi, kau akan selalu dibangunkan oleh suara dan aroma kentutnya…juga bau napasnya…

Serta, Lekukan badannya yg dulu seksi akan perlahan menjelma menjadi lipatan gelambir2 lemak di sana sini…

Pahamilah bahwa waktu pasti diam2 akan mencuri kecantikan fisiknya….

Saat itu terjadi, apakah kau masih tetap mencintainya???
Yakin??

Atau dia hanya akan kau anggap sebagai pelengkap status sosial belaka?? Sebab cinta sudah hilang entah kemana….

Maka sebelum menikahinya pastikan kau mencintai jiwanya, bukan ukuran payudaranya atau bentuk bokongnya. Karena cinta datang dari kecocokan jiwa.

Jangan tergesa-gesa. Jangan terburu usia. Sebab bila kau salah mencinta, akan ada dua jiwa yg terluka…….kau dan dirinya.

*pesan dari buku Kamasutra terbitan Naughty America

by Tulus Budhi

“Mencari alamat Tuhan”

Sy slalu suka dengan kutipan ini. Kutipan yg diambil dari tulisan pak Leo Rimba. Sederhana, cerdas, dan menurut sy, berperadaban. Dengan elaborasi apa adanya, begini kutipannya,

“Tuhan tidak ada pada suara genta di Pura,
tidak di ujung TOA Masjid,
tidak juga di alunan kidung gereja,
bahkan tidak di untaian mantra yg terdengar dari wihara

Tuhan tidak ada di kalimat ceramah Ustad,
tidak muncul di kotbah Pastur dan Uskup,
tidak juga di petuah Ida Pedanda,
dan apalagi di nasehat sang Wiku. Tidak sama sekali.

Tuhan tidak ada di Injil,
tidak di Tripitaka,
tidak di Alquran,
tidak di Alkitab,
bahkan tidak juga di Weda

Lantas dimana Tuhan berada?

Tuhan atau Allah atau Yesus atau Sang Hyang Widhi atau Budha atau apalah sebutanNya, ada di kesadaran kita. Kesadaran saat sadar bhwa kita sadar.

Dan, mukjizat-Nya terasa ketika kita hadir penuh saat ini, total ada di momen ini. Serta bersyukur atas semuanya, tanpa syarat dan tanpa kondisi.

by: Tulus Budhi

“Pujian itu Candu”

Mngkin ini agak kontradiktif. Tp mudah2an sy termasuk org yg terlambat memahaminya.

Dulu, sy termasuk org yg meng-iya-kan dan menjunjung tinggi konsep: “jika ingin dihargai oleh org lain, maka hargailah org lain terlebih dahulu”. Bahasa lainnya: “jika ingin dipuji, maka pujilah org lain dulu”. Terkesan wajar dan normatif bukan? Iya, sy dulu percaya total dgn kaidah ini. Sekali lagi, ini terlihat jelas, adil, dan sangat wajar.

Namun apa yg sy rasakan agak berbeda. Rasanya ada paradoks tak kasat mata pada konsep ini. Konsep: “jika ingin dipuji, maka pujilah org lain terlebih dahulu”, terasa mengandung unsur pamrih-isme: mengharap balasan kembali. Semacam kontrak bathin: “Nih gua kasi lu seribu, ntar lu yg kasi gua seribu”. Yang bahkan menjelma menjadi konsep percepatan rezeki model ini: “Jika ingin rezekimu lancar, maka sumbangkanlah 10% pengasilanmu utk yg membutuhkan”.

Bukan bermaksud mendebat ayat2 kitab suci dan melangkahi petuah Bu guru, tp entah kenapa aroma “ngarep balasan” begitu kuat tersurat pada kata “ingin dihargai, ingin dipuji, ingin dihormati, ingin lancar rezeki, termasuk ingin bnyak istri”. Di satu sisi kita diminta tulus memberi, tp di sisi lain justru terkesan pamrih. Kita seolah mengharapkan balasan atas apa yg telah kita lakukan. Padahal sebenarnya….iya.

Lalu, apakah salah mengharap pujian? Tidak juga, sebab kita manusia, makhluk Tuhan yg selalu haus pengakuan, pujian, apresiasi, dan lapar penghormatan. Pujian itu Candu Man! Sudahlah, kita tidak perlu munafik utk tidak mengakui hal itu. Kita juga tidak perlu munafik utk mengakui bahwa kita lebih suka dipuji atas penampilan kita, atas kecerdasan kita, atas betapa rupawannya kekasih kita, dan atas betapa trendinya mobil yg kita kendarai (upss keceplosan…)

Namun tindakan memuji orang lain supaya dapat pujian balik, menurut sy aneh dan just not natural. Jika pujian itu diucapkan hanya agar kita terlihat baik & ramah shingga layak mendapat pujian balik, maka yg keluar hanya pujian picisan. Kawan, pernahkan tiba2 teman mu datang lalu memuji-muji mu tanpa alasan yg jelas? Pahamilah bhwa sebenarnya mereka jarang dipuji. Sekali kau memujinya balik, maka harga dirinya akan melesat tinggi seperti roket air di pameran sains anak SD.

Jangan lagi menjadi pribadi yg fake. (Biarkan taxi saja yg fake….hmm). Jangan lagi menjadi sosok yg palsu, yg ingin memenuhi semua tuntutan bullshit masyarakat dan propaganda media. Itu melelahkan Kawan! Sy pernah seperti itu dulu, tp skrang ogah ah. Sebab, jika kamu memang ingin dipuji, bukan dgn cara memuji orang, tp jadilah Terpuji. Jika kamu ingin dihargai, maka jadilah Berharga. Dan jika kamu ingin dihormati, maka jadilah Terhormat. Bukankah Ini lebih logis Kawan?

Hingga pada satu titik nanti kamu sadar bhwa kebahagiaan mu tidak lagi perlu kau sandarkan pada pujian, pengakuan, atau omongan manis orang2, melainkan atas seberapa besar penghargaan yg kamu berikan pada dirimu sendiri. Itu saja. Titik. Sehingga saat kamu memuji org, itu murni hanya karena kamu ingin memuji saja. Kamu tidak perlu pamrih apalagi ngarep balasan. Segala aktivitas yg kamu lakukan murni berasal dari hati nurani. Tanpa peduli lagi kata orang. Ada tidaknya pujian padamu, biarlah itu urusan orang. It’s not your bussiness. Kamu jadi bisa lebih plong dan lebih ringan.

Dan jika sampai saat ini tidak ada satupun org yg memuji apalagi menghargai mu, maka cukup puji saja dirimu sendiri. Sadari bahwa kamu itu makhluk berharga! Satu-satunya di dunia. Gumamkan itu dalam hati. Lalu berjalanlah sambil bernyanyi lagu Bob Marley:
“La…la…la….la…..la….la…and the three little birds would be alright….”

by: Tulus Budhi

“Ketika Camelia Malik pun Bernyanyi”

Tanpa sengaja ku bersua kembali dgn kenalan lama. Meski usianya terpaut jauh lebih muda dariku, tp sebuah cincin emas telah melingkar di jari manisnya. Dengan ekspresi menggoda, ku tanya dia, “ciee…km udah nikah ya? Selamet ya dik…!”. Dia membalas, “Iya kak, baru 1 bulan. Iya nih soalnya udah lama pacaran kak”.

Aku pun turut bahagia. Tapi ada satu frase yg membuat nuraniku tersentak atas jawabannya,

“Soalnya udah lama pacaran!”

Respon2 sperti ini tidak sekali dua kali ku dengar. Bahkan beberapa ada yg menjawab, “Soalnya ortu udah nyuruh aku nikah nih Bro!”.

“Apakah ini alasan utama sebuah pernikahan?” pikirku. Tadinya kukira responnya “Iya kak, alna kami udah klik, udah cocok lahir bathin”. Tp ekspektasiku meleset. Namun demikian kuanggap jwbanya tadi adalah bentuk penegasan atas betapa besar cinta mereka — cinta yg menjadi dasar ikatan suci itu.

Namun apakah semua pernikahan itu memang benar2 ttg “Cinta”? Atau jangan2 pernikahan itu justru hanya ttg Keturunan, Harta, & Harga Diri Keluarga saja?!?

Jika pernikahan itu murni ttg Cinta, dan bukan ttg Keturunan,

Apakah ada pria yg mau menikahi wanita yg mandul? Jika ada, banyakkah???

Jika pernikahan itu hanya ttg Cinta,

Mengapa ada (bnyak) pria yg mencampakan & menceraikan istrinya karena tdk bisa hamil??

Jika pernikahan memang ttg Cinta,

Seberapa bnyakkah wanita zaman sekarang yg ikhlas menikahi pria miskin, yg hanya mengendarai motor Astrea 800 butut??

Jika pernikahan bukan ttg Harga Diri Keluarga,

Apakah ada bnyak org tua dari keluarga ber-Kasta mau menikahkan anaknya dgn org biasa?

Dan jika pernikahan bukan ttg Harga Diri Keluarga, tp memang benar2 ttg Cinta,

Mengapa ada org tua dari keluarga terpandang yg tega mengusir anaknya dari rumah lantaran telah lancang bercinta & mencintai org biasa?

Apakah pernikahan hanyalah sebuah peresmian seremonial belaka? Yg hanya menjadi bukti seorang manusia boleh disebut dewasa? Ataukah hanya menjadi “stempel” sah agar tdk disebut kumpul kebo oleh tetangga?
Entahlah…aku pun tak tahu….

Jika pemaknaannya hanya sedangkal itu, maka kita layak menundukkan kepala utk mengheningkan cipta sejenak atas pudarnya nilai2 nurani & kebebasan hakiki manusia: Kebebasan utk memilih hidup dan menghidupi fitrah sebagai makhluk bernalar.

Mungkin tulisan ini agak keras. Terlalu frontal, dan menelanjangi status quo beberapa kalangan yg sedang telanjang. Tapi Kawan, sberapa kuatkah jiwa kita terus hidup dlam tuntutan bullshit masyarakat? Sberapa kuatkah kita bernapas dgn udara kemunafikan? Tidakkah kita perlu sekali2 menanggalkan topeng kepalsuan dan kembali hidup penuh kejujuran?
Fiyuhhhh…..

Tiba2 untuk kedua kalinya aku tersentak,
Ahh….apa pula hak ku. Itu bukan urusan kita Kawan!. Mau menikah karena Cinta kek, karena Harta kek, karena Keturunan kek, karena Musim kek, atau cuma karena Hobi kek, itu pun tidak dilarang. Asalkan senang dan tenang. Semua bebas…sebebas kita bergoyang sambil diiringi lagu dangdut Camelia Malik,

“Kalau cinta sudah direkayasa,
Dengan gaya canggih luar biasa
Rindu buatan, Rindu sungguhan
Susah dibedakan….”

Tarriiikkkkkk massssss…..
Aseloleee jossssss……

by: Tulus Budhi

“Cemburu Tanda Sayang (…..kah?)”

Dalam dunia romantika, ada dua energi yg saling bertabrakan: Cinta dan Ego. Cinta/sayang adlah energi yg membahagiakan. Sedangkan ego adlah energi yg mnjdi sumber kesengsaraan.

Kita paham itu. Tapi lucunya, kita jarang sadar bhwa ego sering menyamar mnjdi Cinta. Saking halus penyamarannya, logika & nurani pun bisa ditipunya.

Kasus penyamaran ini bisa dilihat pada prinsip dasar hubungan cinta manusia:

“Cemburu adalah tanda Sayang”

Ini jelas tepat & tdk perlu diganggu gugat. Kalo pacar sy dekat dgn pria lain, maka sy cemburu. Artinya sy sayang pacar sy. Clear & logic bukan?

Namun dari hasil kontemplasi dan kalkulasi matematik tingkat tinggi yg saya lakukan, saya justru mnjadi agak ragu pada Prinsip ini.

Ahhh…mungkin interpretasi saya yg salah…

Saya periksa lagi analisa saya, lalu saya plot ulang grafik regresi linier yg saya buat, ternyata kesimpulannya sama saja:

Cemburu bukan tanda Sayang, tapi…

1) Cemburu adalah Rasa Takut kita pada Saingan. Rasa Takut bila Kalah Saing.

Jika ada wanita yg jauh lebih cantik, lebih seksi, dan lebih ramah darimu sedang dekat dgn priamu, kamu pasti cemburu berat. Benar nggak?? Tapi kalau yg mendekati priamu adalah wanita dekil, tompelan, gendut, jarang mandi, dan bau jigongnya setara dgn napas Vampir China, kenapa kamu tidak lagi terlalu cemburu?? Apakah karena kamu merasa di atas angin bersaing dgn wanita seburuk dia?? Dan, masih layakkah cemburumu disebut tanda Sayang??

************

2) Cemburu adalah Rasa takut Sengsara bila ditinggalkan Pasangan.

Apa yg kamu rasakan bila wanita/pria-mu meninggalkan kamu dan lebih memilih orang lain? Atau apa yg kamu rasakan saat kekasihmu bercumbu basah dgn org lain di depan kedua matamu?? Sengsara tingkat neraka kan?!
Karena sistem kerja otak manusia adalah mencari nikmat dan menghindari sengsara, maka saat ada wanita/pria ketiga dalam hubunganmu, Ego mu akan mengambil alih pikiranmu. Seperti gambar hologram, ego mu akan memvisualisasikan kesengsaraan yg akan menimpamu, dan menyuruhmu utk cemburu agar kamu tdk jadi sengsara. Itu terjadi dalam sekejap, tanpa kamu sadari. Sadar gak? Ya jelas enggak lah.

*************

3) Cemburu adalah tanda Betapa Lemahnya Dirimu utk Bisa Bahagia Sendiri

Karena takut sendiri, seseorang biasanya mnjadi sangat cemburu dan over protektif trhadap pasangannya. Jika kehadiran pasangan membuatmu bahagia, berarti tangki jiwamu belum penuh dgn kebahagiaan. Makanya kamu brharap pasanganmu membuatmu bahagia. Itu konyol Kawan. Sebab yg bisa membahagiakan dirimu ya cuma dirimu sndiri. Jadi, jangan berpacaran karena Pelarian, jangan pacaran karena Takut Sendiri, dan jangan pacaran karena Takut dibilang Enggak Laku. Pacaranlah hanya karena kamu cinta.

***************

4) Cemburu bukanlah tanda Sayang, tapi Rasa Ego utk Memiliki

Cinta itu memberi, bukan mengikat apalagi berusaha mengendalikan. Cinta itu membebaskan, bukan saling tuntut. Juga bukan saling menguasai. Tidak ada manusia yg boleh menguasai manusia lainnya. Tidak ada manusia yg berhak memiliki manusia lainnya. Manusia bukan objek/benda mati, manusia adalah subjek yg punya kebebasan. Sekarang tidak lagi zaman perbudakan. Semua bebas mencintai dan dicintai siapa saja. Jika kamu cemburu kepada pasanganmu, itu sbenarnya rasa ego yg menyamar sebagai cinta. Ego yg membuatmu berpikir bhwa org yg bersamamu saat ini adalah milikmu —yg berhak kamu atur2, dan berhak kamu cemburui.

***********

Jika cemburu membuatmu sengsara, galau, putus asa lalu mati muda,…masihkah kamu perlu cemburu???

Think that Babe!!!

by: Tulus Budhi