“Dan Boneka itu pun ikut Menggeleng”

Diam-diam aku menyimpan ketakjuban pada wanita masa kini. Ketakjuban ku muncul setelah lama mengamati kelihaian mereka dalam “Melukis Alis” : sebuah skill tingkat tinggi yg jarang dikuasai oleh wanita generasi terdahulu.

Bagiku, kemampuan dan tren melukis alis tidak hanya semata soal seni rias, tapi ada unsur ilmiah, kalkulasi, dan yg utama kepuasan bathin di dalamnya.

Kawan, dari sudut pandang optika geometri, melukis sebuah alis hanya dgn menggunakan metode pembentukan bayangan pada cermin datar sangat susah dilakukan. Kecerdasan spasial jelas diperlukan. Utk membuat goresan dan lekukan yg simetris dengan tingkat kesalahan 0,01%, mutlak diperlukan presisi dan akurasi yg tinggi. Belum lagi harus memadu-padankan dengan bentuk wajah. Semua itu harus dilakukan dengan perhitungan yg tepat agar hasilnya tampak memikat.

Dari perspektif ekonomi mikro, jelas ini bukan aktivitas yg efisien. Perlu waktu dan modal. Tentu modalnya tidak hanya pensil alis saja, perlu eye-liner, pelentik bulu mata, maskara, alas bedak, dan lain2, yg semuanya harus digunakan dengan takaran yg pas. Hitung2an cost & direct benefit-nya sudah pasti tidak cocok. Apalagi kalau mau kalkulasi pakai Be-E-Pe, pasti gak bakalan impas.

Anehnya, di akhir jam kerja atau sepulang beraktivitas, dua alis buatan yg sudah susah payah dilukis ini harus dihapus dan dibersihkan. Sungguh tragis nasib mereka. Pagi mereka dibuat, Siang dipamerkan, eh Malamnya malahan dihapus. Fiyuhhhh,…seperti boneka anjing di dashboard mobil, aku pun hanya bisa geleng2 kepala saja…(sambil mengelus dada tentunya)

Namun akhirnya ketakjuban dan rasa penasaranku dgn skill “melukis alis” ini pun terjawab setelah aku memahami bhwa ada semacam kepuasaan bathin bagi si empunya alis. Kepuasan atas pencapaian karena bisa layak disebut “cantik”. Kepuasan karena tidak disebut kampungan lagi. Kepuasaan atas perhatian dan pujian yg akan diterima. Serta yg terpenting adalah kepuasaan karena telah berhasil menyandang gelar: “Wanita Kekinian”

…..dan boneka anjing di dashbord mobil ku pun kembali menggeleng-geleng….

by: Tulus Budhi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s