Jangan Salahkan Rahwana!!!

Sore itu, Rama dengan tergesa-gesa menuju rumah Sinta. Mungkin sore itu menjadi sore yang tak terlupakan bagi mereka. Sudah lama mereka menjalin asmara, kini tiba saatnya mengikrarkan cinta.

Dua insan itu nampak serasa. Cinta mereka begitu membara. Yang satu tampan, yang satu cantik dan menawan. Sungguh pasangan yg sempurna.

Mereka menikah dan hidup sederhana. Hanya di rumah biasa. Tahun-tahun pertama selalu dilewati dengan penuh sukacita, sebab panasnya cinta masih terasa.

Tapi apa daya. Bara cinta kian mereda. Mungkin karena ada orang ketiga. Namanya Rahwana. Diam2 ia mencintai Sinta. Ia tergoda kemolekan dan paras manisnya.

Rahwana pria yang buruk rupa. Tidak tampan seperti Rama. Kesan sangar dan garang lebih jelas nampak di wajahnya. Tapi ia pria kaya. Sangat kaya. Banyak harta, dan berkuasa. Ertiga, Avanza, Inova, sampai Ninja hanya mainan remeh baginya. Ia punya jet pribadi lengkap dengan lapangan udaranya. Tiap hari ganti Ferarri, tiap minggu ganti Subaru. Bisnisnya menggurita, tanahnya dimana-mana, Villanya saja ada tiga. Kini ia berniat menjadikan Sinta sebagai istri muda.

Mungkin karena tergoda harta, Sinta pun mengkhianati cinta. Ia lebih memilih realistis, daripada hidup seperti pengemis. Ia lebih suka tinggal di istana daripada gubuk biasa. Ia pun pergi bersama Rahwana. Padahal Rahwana tidak memaksa, tapi cuma sekadar menghadiahi Gucci, Hermess, Louis Vuitton, dan liburan di Costa Rica. Sinta pun berkata iya.

“Kamu kira aku mau menderita!?!, Makan tuh cinta!!!”, begitu bentaknya kepada Rama. Sinta pun pergi dan hidup bahagia. Kini ia menjadi Nyonya muda. Lagaknya seperti Paris Hilton kawe tiga. Tapi tak mengapa sebab Liburan di Inggris dan Shopping di Paris akan menjadi rutinitas hariannya. “Ohh senangnya”, begitu pikirnya.

Rama yang suntuk hanya bisa menunduk karena hatinya telah remuk. Sambil memandang Sinta dari kejauhan, ia pun mengacungkan jari tengahnya sambil berteriak “JANCUUUKKK!!!”

*Ini hanya fiksi belaka. Coretan yang terinspirasi dari kawan lama.

by Tulus Budhi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s